Senin, 15 Oktober 2012

Profil Kota Dumai 2012

New Report
Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 188 km dari Kota Pekanbaru. Sebelumnya, kota Dumai merupakan kota terluas nomor dua di Indonesia setelah Manokwari. Namun semenjak Manokwari pecah dan terbentuk kabupaten Wasior, maka Dumai pun menjadi yg terluas. Tercatat dalam sejarah, Dumai adalah sebuah dusun kecil di pesisir timur Propinsi Riau yang kini mulai menggeliat menjadi mutiara di pantai timur Sumatera. Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai kota pada 20 April 1999, dengan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 setelah sebelumnya sempat menjadi kota administratif (kotif) di dalam Kabupaten Bengkalis. Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2. Rata-rata ketinggian adalah 3 meter di atas muka laut. Wilayah Kota Dumai beriklim tropis dengan curah hujan antara 100-300 cm dan suhu udara 24-30 °C dengan kondisi tanah rawa bergambut. Utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis Selatan Mandau, Bengkalis dan Bukit Batu, Bengkalis, Barat Bangko, Rokan Hilir dan Tanah Putih, Rokan Hilir timur Bukit Batu, Bengkalis
Pemerintahan Kota Dumai:
Kecamatan dan keluarahan
1.Kec.Dumai Barat, dengan kelurahan: Bagan Keladi Pangkalan Sesai Purnama Simpang Tetap Darul Ichsan 2.Kec.Dumai Timur, dengan kelurahan: Bukit Batrem Buluh Kasap Jaya Mukti Tanjung Palas Teluk Binjai
3.Kec.Bukit Kapur, dengan kelurahan: Bagan Besar Bukit Kayu Kapur Bukit Nenas Gurun Panjang Kampung Baru
4. Kec.Medang Kampai, dengan kelurahan: Guntung Mundam Teluk Makmur Pelintung
5. Kec.Sungai Sembilan, dengan kelurahan: Bangsal Aceh Basilam Baru Batu Teritip Lubuk Gaung Tanjung Penyembal
6. Kec.Dumai Kota, dengan kelurahan: Laksamana Rimba Sekampung Bintan Dumai Kota Sukajadi
7. Kec.Dumai Selatan, dengan kelurahan: Bukit Timah Mekar Sari Bumi Ayu Ratu Sima Bukit Datuk

Penduduk
Menurut data tahun 2010, jumlah penduduk Kota Dumai yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Batak, Minang, Jawa, Bugis, dan Tionghoa adalah sebanyak 270.000 jiwa dengan kepadatan rata-rata 156 jiwa/km² dan laju pertumbuhan sebesar 3,7% per tahun. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk penduduknya.  

Pendidikan
Untuk ukuran sebuah kotamadya, di Kota Dumai sekolah sebagai sarana pendidikan pembelajaran sangat lengkap. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudatul Athfal hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan atau Madrasah Aliyah. Baik itu yang merupakan sekolah negeri juga beberapa yang dikelola oleh yayasan swasta viz. prayoga seperti sekolah dasar dan menengah Santo Tarcisius. Beberapa sekolah milik Pertamina mulai dari SD, SMP dan SMA YKPP merupakan salah satu sekolah swasta favorite di kota Dumai. Dan semua sekolah di Dumai sudah menerapkan sistem standar nasional. Sehingga sekolah yang ada di dumai sangat berkualitas dan memiliki mutu yang tinggi. Tidak sebatas sekolah menengah, beberapa perguruan tinggi juga sudah berdiri sejak Dumai masih berstatus kota administratif. Dan seiring pembangunan yang sangat pesat, beberapa sekolah tinggi tersebut telah meningkatkan kualitasnya, dan mampu bersaing dengan sekolah tinggi yang berasal dari daerah lain.

Perekonomian
Indikator ekonomi makro berupa Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Dumai yang terus meningkat tiap tahunnya sejak tahun 2000-2005 merupakan gambaran keberhasilan pembangunan perekonomian di Kota Dumai. Untuk mendukung peningkatan PDRB tersebut maka titik berat pembangunan ekonomi Kota Dumai adalah dengan mempertahankan dominasi pembangunan pada sektor industri, perdagangan, angkutan serta bangunan disamping memperhatikan sektor pertanian sebagai penghasil bahan baku industri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat juga telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Dumai sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat Pertanian Lahan pertanian di Kota Dumai masih sangat Luas namun belum termanfaatkan secara Maksimal. Kendala yang dihadapi selain masalah modal adalah Status lahan masih disebut-sebut ex HPH. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatera, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias.  

Kelautan
Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatera melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove. Kota Dumai juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai portal untuk menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Budaya
Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu. Keragaman yang ada merupakan aset yang bisa menghasilkan devisa. Kebudayaan Melayu dianggap sebagai "Roh Pembangunan Kota Dumai" dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan dibidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik/promosi daerah tentang seni budaya daerah.  

Pariwisata
Kota Dumai yang terletak di tepi pantai memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, budaya dan belanja. Beberapa daerah wisata di antaranya kawasan konservasi di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur, kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur. Sebagai gerbang utama untuk memasuki Riau Daratan, beberapa turis sudah berulang kali mengunjungi Dumai, terutama yang ingin mengunjungi Malaka. Dumai sangat mudah dicapai karena transportasinya yang lancar. Ada beberapa objek wisata yang menarik dalam perjalanan menuju Dumai, seperti adanya suku terbelakang yang dinamakan suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh. Selain itu juga dapat dilihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi. Pusat perbelanjaan Ramayana di Jl. Jend Sudirman menambah ikon Dumai pada tahun 2007 dan sekarang telah ditemukan danau buatan di bagan besar. Dumai juga memiliki pantai tempat melepas lelah yaitu "Pantai Pasir" yang terletak di hulu Sungai Dumai.Pada malam hari kita juga bisa menikmati wisata kuliner di sepanjang Jl.Ombak yang menjajakan berbagai menu makanan Nusantara.

Perdagangan
Kawasan Dumai sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan perdagangan internasional, karena Dumai berada di kawasan lintas perdagangan internasional Selat Melaka. Sejak beberapa tahun Kotamadya Dumai telah mengajukan usulan sebagai kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone. Pemerintah RI sedang menyempurnakan produk hukum yang disebut UU kawasan FTZ.

Industri
Dumai, juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (dahulu Caltex Pacific Indonesia sekarang Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa). Selain Industri Skala besar seperti di atas, terdapat juga beberapa industri kecil atau home Industri. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai dalam memainkan peranannya ke depan telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah. Salah satu kawasan inidustri ini telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Propinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar. Telah dibangun juga pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi yang diyakini menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.

Pelabuhan
Dumai memiliki Pelabuhan Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Kompleks Perumahan PT. CPI. Disamping akses udara, Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu Kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut, dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Pelabuhan Dumai terdiri dari 9 unit, 4 unit dimilki Chevron dan 5 unit milik pemerintah. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari. Dumai juga disebut sebagai gerbang ekspor minyak Indonesia. Pada saat ini aktivitas ekspor gas sejumlah USD 426.123 juta per tahun.  
Sumber: Situs Kota Dumai Situs-situs seputar kota dumai dan sekitarnya

Minggu, 16 September 2012

Tokoh NU: "Boikot Pajak Mudharatnya Sangat Besar!"

Minggu, 16 September 2012 - 11:54 KH Masdar Farid Mas'udi dalam Sosialisasi Pajak dan Zakat di Solo "Ketika pajak diboikot, harganya akan sangat mahal bagi negara. Negara bisa ambruk dan imbasnya akan terjadi tindak anarkisme, ini mudharat-nya jelas sangat besar," tegas Ro'is Syuri'ah PBNU, KH Masdar Farid Mas'udi, dalam acara Satu Dekade Reformasi Birokrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah II, Senin, 10 September 2012. Senada dengan Mas'udi, tokoh pluralisme Indonesia, Romo Franz Magnis-Suseno mengajak seluruh masyarakat Indonesia taat bayar pajak. "Pajak adalah sesuatu yang harus dibayar karena kita mendapat pelayanan dari lembaga-lembaga negara. Pajak juga ditetapkan secara demokratis berdasarkan hukum-hukum yang berlaku," kata Romo Magnis berapa waktu lalu. Para tokoh reformasi nasional mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak karena selain karena manfaat nyata yang dirasakan dari pajak, dan mudharat-nya lebih besar jika boikot pajak, juga karena reformasi birokrasi di DJP terus berlangsung. Antara lain dengan diberlakukannya hukuman sanksi disiplin pegawai di DJP yang tegas. Sejak tahun 2006 sampai dengan Februari 2012 saja, sudah terdapat 2.287 pegawai DJP yang dikenai hukuman disiplin. Tahun 2006 yang terkena disiplin 210 pegawai, tahun 2007 diskors 196 pegawai, tahun 2008 diskors 406 pegawai, tahun 2009 diskors 516 pegawai, tahun 2010 diskors 657 pegawai, tahun 2011 diskors 263 pegawai, dan selama tahun 2012 sudah diskors 39 pegawai pajak. Dua di antara 39 pegawai pajak yang diskors pada tahun 2012 sudah diberhentikan dari PNS. Terlepas dari beberapa hambatan dalam menyukseskan reformasi birokrasi di DJP, tak dipungkiri bahwa DJP adalah institusi terdepan dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi secara menyeluruh di Indonesia. Hal tersebut diakui oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. "Reformasi perpajakan itu sudah lama dilakukan di Indonesia, namun mungkin tak segencar sekarang perhatiannya," kata Dahlan Iskan. Menurutnya, Kementerian Keuangan, khususnya DJP adalah institusi yang paling bagus kinerjanya dibandingkan dengan institusi pemerintahan di sektor-sektor lainnya. "Sejak beberapa kepemimpinan menteri belakangan, seperti Sri Mulyani, dan sekarang Agus Martowardojo, Kementerian Keuangan telah melakukan pergerakan yang signifikan terhadap reformasi perpajakan," imbuhnya. "Ada komitmen dari Ditjen Pajak untuk memperkuat fungsi pengawasan internal mereka dengan dibentuknya Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA)," kata Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sujanarko, dalam suatu kesempatan terpisah. Sujanarko mengakui bahwa sistem pengungkapan kasus (whistlebowing system) di Ditjen Pajak juga berjalan dengan baik, terbukti dari ditangkapnya sejumlah oknum pajak oleh KPK. "Iya, (penangkapan oknum pajak) itu (dampak) dari 'whistleblower'. Jadi, laporan whistleblower itu (diterima) KITSDA dan KITSDA berkoordinasi dengan KPK selaku pihak yang berwenang untuk menangkap oknum pajak," terang Sujanarko. "Pembenahan birokrasi di Ditjen Pajak tidak dapat dilakukan cepat, namun harus dilakukan secara bertahap. KPK akan terus menjalin kerjasama operasional dengan Ditjen Pajak, terutama jika terjadi kasus korupsi di daerah," jelas Sujanarko. Kalau pun ada oknum petugas pajak menerima uang dari wajib pajak (WP) maka itu bukan uang pajak tapi uang jasa untuk mengurus agar tidak membayar pajak sebagaimana mestinya. Sedangkan uang pajak itu sendiri tidak masuk ke kantong petugas pajak karena pajak langsung masuk ke Kas Negara dan yang berwenang untuk mengalokasikan penggunaan uang pajak bukan DJP tapi adalah tugas pokok, fungsi dan wewenang Kementerian Negara PPN/Bappenas, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), dan instansi-instansi teknis Kementerian/Lembaga Pemerintah terkait, dengan persetujuan DPR dan DPRD. Melihat geliat reformasi birokrasi di DJP yang terus berkembang pesat, Pengurus Pusat Majlis Agama Budha Theravada, Romo Sumedho, pun mendukung penuh langkah nyata yang ditempuh DJP. "Perang terhadap korupsi harus kita dukung sepenuhnya. Apa yang terjadi belakangan ini sudah mengarah kepada perbaikan," jelas Romo Sumedho. Secara terpisah, Khathib 'Am Syuri'ah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Malik Madani mengaku tidak pernah mendapatkan pengalaman tak menyenangkan selama berhubungan dengan perpajakan. Ia juga mengaku belum pernah dilayani oleh oknum-oknum pegawai pajak yang menyimpang. Madani berharap langkah-langkah positif anti-korupsi di DJP selama ini untuk terus dimaksimalkan.