Minggu, 16 September 2012

Tokoh NU: "Boikot Pajak Mudharatnya Sangat Besar!"

Minggu, 16 September 2012 - 11:54 KH Masdar Farid Mas'udi dalam Sosialisasi Pajak dan Zakat di Solo "Ketika pajak diboikot, harganya akan sangat mahal bagi negara. Negara bisa ambruk dan imbasnya akan terjadi tindak anarkisme, ini mudharat-nya jelas sangat besar," tegas Ro'is Syuri'ah PBNU, KH Masdar Farid Mas'udi, dalam acara Satu Dekade Reformasi Birokrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah II, Senin, 10 September 2012. Senada dengan Mas'udi, tokoh pluralisme Indonesia, Romo Franz Magnis-Suseno mengajak seluruh masyarakat Indonesia taat bayar pajak. "Pajak adalah sesuatu yang harus dibayar karena kita mendapat pelayanan dari lembaga-lembaga negara. Pajak juga ditetapkan secara demokratis berdasarkan hukum-hukum yang berlaku," kata Romo Magnis berapa waktu lalu. Para tokoh reformasi nasional mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak karena selain karena manfaat nyata yang dirasakan dari pajak, dan mudharat-nya lebih besar jika boikot pajak, juga karena reformasi birokrasi di DJP terus berlangsung. Antara lain dengan diberlakukannya hukuman sanksi disiplin pegawai di DJP yang tegas. Sejak tahun 2006 sampai dengan Februari 2012 saja, sudah terdapat 2.287 pegawai DJP yang dikenai hukuman disiplin. Tahun 2006 yang terkena disiplin 210 pegawai, tahun 2007 diskors 196 pegawai, tahun 2008 diskors 406 pegawai, tahun 2009 diskors 516 pegawai, tahun 2010 diskors 657 pegawai, tahun 2011 diskors 263 pegawai, dan selama tahun 2012 sudah diskors 39 pegawai pajak. Dua di antara 39 pegawai pajak yang diskors pada tahun 2012 sudah diberhentikan dari PNS. Terlepas dari beberapa hambatan dalam menyukseskan reformasi birokrasi di DJP, tak dipungkiri bahwa DJP adalah institusi terdepan dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi secara menyeluruh di Indonesia. Hal tersebut diakui oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. "Reformasi perpajakan itu sudah lama dilakukan di Indonesia, namun mungkin tak segencar sekarang perhatiannya," kata Dahlan Iskan. Menurutnya, Kementerian Keuangan, khususnya DJP adalah institusi yang paling bagus kinerjanya dibandingkan dengan institusi pemerintahan di sektor-sektor lainnya. "Sejak beberapa kepemimpinan menteri belakangan, seperti Sri Mulyani, dan sekarang Agus Martowardojo, Kementerian Keuangan telah melakukan pergerakan yang signifikan terhadap reformasi perpajakan," imbuhnya. "Ada komitmen dari Ditjen Pajak untuk memperkuat fungsi pengawasan internal mereka dengan dibentuknya Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA)," kata Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sujanarko, dalam suatu kesempatan terpisah. Sujanarko mengakui bahwa sistem pengungkapan kasus (whistlebowing system) di Ditjen Pajak juga berjalan dengan baik, terbukti dari ditangkapnya sejumlah oknum pajak oleh KPK. "Iya, (penangkapan oknum pajak) itu (dampak) dari 'whistleblower'. Jadi, laporan whistleblower itu (diterima) KITSDA dan KITSDA berkoordinasi dengan KPK selaku pihak yang berwenang untuk menangkap oknum pajak," terang Sujanarko. "Pembenahan birokrasi di Ditjen Pajak tidak dapat dilakukan cepat, namun harus dilakukan secara bertahap. KPK akan terus menjalin kerjasama operasional dengan Ditjen Pajak, terutama jika terjadi kasus korupsi di daerah," jelas Sujanarko. Kalau pun ada oknum petugas pajak menerima uang dari wajib pajak (WP) maka itu bukan uang pajak tapi uang jasa untuk mengurus agar tidak membayar pajak sebagaimana mestinya. Sedangkan uang pajak itu sendiri tidak masuk ke kantong petugas pajak karena pajak langsung masuk ke Kas Negara dan yang berwenang untuk mengalokasikan penggunaan uang pajak bukan DJP tapi adalah tugas pokok, fungsi dan wewenang Kementerian Negara PPN/Bappenas, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), dan instansi-instansi teknis Kementerian/Lembaga Pemerintah terkait, dengan persetujuan DPR dan DPRD. Melihat geliat reformasi birokrasi di DJP yang terus berkembang pesat, Pengurus Pusat Majlis Agama Budha Theravada, Romo Sumedho, pun mendukung penuh langkah nyata yang ditempuh DJP. "Perang terhadap korupsi harus kita dukung sepenuhnya. Apa yang terjadi belakangan ini sudah mengarah kepada perbaikan," jelas Romo Sumedho. Secara terpisah, Khathib 'Am Syuri'ah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Malik Madani mengaku tidak pernah mendapatkan pengalaman tak menyenangkan selama berhubungan dengan perpajakan. Ia juga mengaku belum pernah dilayani oleh oknum-oknum pegawai pajak yang menyimpang. Madani berharap langkah-langkah positif anti-korupsi di DJP selama ini untuk terus dimaksimalkan.

Senin, 06 Agustus 2012

Hanya Tinggal Kenangan dan untuk di kenang

Salah Satu Istana Yang masih berdiri megah di provisi riau " istana siak" terletak di kabuapaten Siak sriIndrapura Kabupaten Siak, memiliki beberapa bangunan megah dan bersejarah yang sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan dan toko oleh penduduk Siak. Salah satunya adalah peninggalan yang termasyur dengan bagunan bercirikan arsitektur gabungan antara Melayu, Arab, dan Eropa, yaitu Istana Siak Sri Indrapura. Banguna bersejarah ini selesai pada tahun 1893. Pada dinding istana dihiasi dengan keramik yang khusus didatangkan dari Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan di Museum Nasional di Jakarta, dan di Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut. Dipuncak bangunan terdapat enam patung burung elang yang dijadikan sebagai lambang keberanian Istana. Di sekitar istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar di ke berbagai sisi-sisi halaman istana dan disebelah kiri belakang Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.

Jumat, 27 Juli 2012

Tidak berubah

Coba kita lihat, kota yang kita cintai ini semakin semeraut..tidak tertata dan jalan banyak yang terbuka..segala arah untuk menuju kota dumai kita akan di sambut dengan jalan yang sangat berliku dan berdebu jikala hujan berliku dan belender..hehe..entah lah..punya pemimpin dari pemerintah kota sampai ke pusat sedikit pun kota kita tidak di pandang, begitu banyak profit yang kita beri tapi kita di anak tiri

Makan Sehat untuk yang Berpuasa

Republika – Sel, 24 Jul 2012 REPUBLIKA.CO.ID, Berbagai variasi hidangan disediakan saat berbuka. Makanan-makanan itu memang menggiurkan namun belum tentu sehat. Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Perut adalah rumah segala penyakit dan penjagaan atas makanan adalah awal pengobatan. Permulaan segala penyakit adalah mengisi perut dengan berlebihan.'' Anggota Ikatan Dokter Pemerhati Pengobatan Timur, dr Sukarliono, menjabarkan cara memilih makanan sehat kala berpuasa. Ia menyebutkan, sistem pencernaan dibagi dalam tiga fase, yaitu saat pukul 04.00 hingga 12.00 sebagai fase pembersihan. Pukul 12.00 sampai 20.00 itu fase mencerna, dan pukul 20.00 hingga 04.00 adalah fase penyusunan. Karena itulah, menurut dr Sukarliono, saat sahur sebaiknya kita jangan mengonsumsi makanan yang terlalu berat. Bahkan, kalau bisa tidak makan nasi. ''Cukup minum susu kedelai, jangan susu sapi karena tidak bisa dicerna. Ditambah dengan makan pisang atau kurma atau bubur gandum,'' jelasnya. Bisa juga makan nasi, namun dalam jumlah yang tidak banyak. Nasi ini sebaiknya ditambah dengan lauk pauk yang bagus dan mengandung kedelai, seperti tempe. ''Hindari konsumsi daging atau ayam, karena susah dikunyah, dan akhirnya akan terjadi pembusukan. Makanlah sayur-sayuran yang banyak,'' jelasnya. Jika ingin makan telur, yang baik adalah didadar setengah matang. Telur seperti ini lembut dan mudah dicerna. Selain itu, minum merupakan kebutuhan yang sangat penting, misalnya 3-4 gelas air putih ataupun jus saat sahur. Sedangkan untuk berbuka, dr Sukarliono menganjurkan diawali dengan makanan manis, seperti kolak. ''Ini berfungsi untuk menaikkan gula darah. Habis turun dinaikan dulu,'' katanya. Setelah itu, Shalat Maghrib dahulu, supaya memberi kesempatan pada tubuh untuk bersiap. ''Karena pencernaan merupakan pekerjaan yang berat,'' katanya. Untuk makanan ringan (snack), ia menganjurkan asupan yang dikukus. Makanan seperti ini jauh lebih baik daripada yang digoreng. ''Makanan atau tepung yang digoreng itu mengandung acrilmida toksin, dan ini akan membebani liver. Kita akan jadi lemah,'' katanya. Setelah selesai shalat, barulah makan berat. Tidak apa mengonsumsi nasi asalkan tidak banyak, dua centong cukup, kalau bisa satu centong. Untuk lauk, pilihannya sama, hindari daging dan ayam. ''Untuk minum pun sama, sebaknya empat gelas, bisa minum es buah atau air putih,'' katanya. Dilanjutkan dengan shalat tarawih. Sehabis tarawih, bisa mengonsumsi buah. Misalnya pepaya, nanas, atau yang lebih bagus adalah apel karena mengandung banyak serat. ''Kita memang harus banyak mengonsumsi sayur dan buah. Supaya proses pembuangan lancar, toksin rendah, dan beban liver ringan,'' ujarnya. Menu makanan sehat seperti ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar bulan puasa.

Halaman Pajak

www.ortax.org

Geografis Kota Dumai

KONDISI GEOGRAFIS

Kota Dumai merupakan salah satu Kota di Propinsi Riau, dengan nama ibukota yaitu Dumai. Kota Dumai berada di pesisir pantai pulau Sumatera sebelah timur. Wilayah Dumai berada pada posisi antara 1010.23".37' - 1010.8".13' bujur timur dan 10.23".23' - 10.24".23' lintang utara. Berdasar posisi ini, zona waktu Dumai adalah UTC+7. Dumai memiliki luas wilayah 1.727.385 Km2. Batas-batas wilayah Kota Dumai bersebelahan dengan wilayah sebagai berikut :


  • Sebelah utara berbatasan dengan Selat Rupat.


  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.


  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.


  • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

    Posisi Dumai juga berdekatan dengan dua negara asing yaitu Singapura dan Malaysia.
    Iklim di Dumai adalah iklim tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemaraua. Suhu udaranya rata-rata antara 21 - 35 0C dan rerata curah hujan antara 100 - 300 mm.

    Dumai sebagian terdiri dari dataran rendah di bagian utara dan di sebelah selatan sebagian adalah dataran tinggi. Kondisi tanahnya mayoritas berupa tanah rawa yang bergambut dengan kedalaman antara 0 - 0,5 m. Struktur tanah umumnya terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan endapan, alluvial dan tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah.

    Terdapat 15 sungai di wilayah Dumai. Sungai-sungai tersebut dapat dilayari kapal pompong, sampan dan perahu sampai jauh ke hulu sungai. Sungai-sungai tersebut adalah sungai :
    1. Buluala (40 Km.)
    2. Geniut (12 Km.)
    3. Kepala Beruang (5 Km.)
    4. Kemeh (10 Km.)
    5. Mampu (13 Km.)
    6. Merambung (7 Km.)
    7. Mesjid (29 Km.)
       8. Nerbit (12 Km.)
     9. Pelintung (8,5 Km.)
    10. Santaulu (22 Km.)
    11. Selinsing (4 Km.)
    12. Senepis (35 Km.)
    13. Tanjung Leban (3 Km.)
    14. Teluk Dalam (10 Km.)
    15. Teras (10 Km.)


    Sebagian wilayah Dumai masih berupa hutan. Banyak flora maupun fauna yang ada di hutannya. Fauna utama yang ada di hutan Dumai adalah harimau Sumatera. Binatang ini dilindungi di wilayah khusus yaitu Senepis.